Soal Kasus Keracunan MBG Ponpes Manba’ul Hikam, BGN: Investigasi Internal hingga Fokus Pemulihan Kesehatan 512 Santri

Saksi dari BGN untuk SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur usai kasus keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam. (Threads/vivinsy24)

hariansidoarjo.com | SIDOARJO – Badan Gizi Nasional (BGN) memberi sanksi tegas bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.

Sanksi tersebut merupakan buntut dari dugaan keracunan pada 512 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Insiden yang turut membuat geger dan mengundang keprihatinan usai banyak video ambulans menjemput santri di media sosial itu terjadi pada Senin, 1 September 2026 sore hingga malam hari.

Suspend Berat Dapur SPPG Kalitengah

Usai kasus keracunan terjadi, BGN memastikan memberikan sanksi untuk menghentikan operasional semntara dapur selama sebulan.

BGN juga menyebut bahwa suspend tersebut dalam kategori berat.

“Kami juga melakukan suspend berat, dengan kategori berat, selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Tanggulangin,” ujar Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumeda dalam keterangan pers pada Rabu, 2 September 2026.

Tak hanya menghentikan operasional dapur, Ketut juga menyinggung tentang pergantian kepala SPPG.

“Kami juga mengusulkan kepala SPPG tersebut untuk dicopot dan digantikan. Kita akan fokus dengan penyelamatan kesehatan anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit,” lanjutnya.

Pastikan BGN Sudah Berkomunikasi dengan Pihak Ponpes

Lebih lanjut, Ketut membeberkan bahwa Kepala BGN Sudaryono sudah berkomunikasi dengan pihak terkait, seperti kepala daerah dan pimpinan ponpes.

Salah satunya dengan menindaklanjuti kasus keracunan itu melalui penyelidikan internal.

“Kemudian, kami juga melakukan tindakan-tindakan internal, pertama, investigasi dengan dinas kesehatan terkait dan hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan keracunan,” terangnya.

Korban Dugaan Keracunan di Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo

Dalam kesempatan yang sama, Ketut mengatakan bahwa santri korban keracunan MBG ada sebanyak 512 orang.

“Yang masih dilakukan perawatan sekitar 80 orang dan sudah keluar dari rumah sakit yang dicatatkan sembuh sebanyak 312 orang,” paparnya.

Sementara itu, para santri sebelumnya dirawat di 8 rumah sakit yang ada di Sidoarjo, yakni RSUD Notopuro Sidoarjo, RS Siti Hajar, RSU Aisyiyah Siti Fatimah, RS Delta Surya, RS Pusura, RS Pusdik Bhayangkara Porong, RS Arafah Anwar Medika, dan RS Anwar Medika.

Ponpes Manba’ul Hikam pun menyatakan bahwa para santrinya mendapat penanganan yang baik sampai sebagian besar sudah diizinkan untuk pulang. (ist)