
hariansidoarjo.com | SIDOARJO – Sebagian publik di media sosial (medsos) tengah ramai menyoroti tentang adanya laporan acara mewah yang diadakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Bukan tanpa alasan, Pemda Sidoarjo justru panen kritikan setelah video dan foto pesta mewahnya tersebar di medsos.
Salah satunya, terlihat dalam postingan Instagram @sambatdarjo, pada Kamis, 12 Maret 2026.
Alih-alih mendapat pujian, hal tersebut malah memicu gelombang kritik warganet yang menilai acara mewah Pemda Sidoarjo berlebihan dan tidak peka terhadap kondisi di daerahnya.
“Wes a, diterusno ta gak urip nang darjo, iki pejabat e koyok ngene, (Sudah lah, jika diteruskan pun tidak akan bisa hidup di Sidoarjo, pejabatnya saja seperti ini)” demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Lantas, bagaimana sebenarnya acara mewah yang sempat digelar Pemda Sidoarjo hingga menuai kritik tajam di medsos? Begini ceritanya.
Acara Mewah ala Bollywood
Usut punya usut, acara tersebut merupakan kegiatan buka bersama dalam momentum bulan suci Ramadan, yang digelar di Mahabarata Palace, Graha Unesa, Surabaya, pada Jumat, 6 Maret 2026.
Terlihat dalam unggahan yang beredar, acara Pemda Sidoarjo tersebut menunjukkan dekorasi megah bernuansa India lengkap dengan pencahayaan glamor dan busana Bollywood yang dikenakan para pejabat.
Busana ala Bollywood itu salah satunya dikenakan Sekretaris Daerah (Sekda), Fenny Apridawati dengan ‘saree’, atau busana tradisional khas India yang tampak menonjol.
Sebagian besar kritik publik, mengarah pada buruknya kondisi infrastruktur jalan di Sidoarjo, sehingga acara mewah itu justru dinilai menjadi ironi bagi warga Sidoarjo.
Derita Warga Keluhkan Jalan yang Rusak
Dalam postingan lainnya, akun lokal @sambatdarjo di Instagram, pada Senin, 9 Maret 2026, sempat menyoroti situasi ruas jalan di Sidoarjo yang masih rusak parah, berlubang, dan bahkan membahayakan pengguna jalan.
Sejumlah insiden kecelakaan, termasuk yang menelan korban jiwa, juga telah dilaporkan terjadi di kawasan tersebut.
“Ramai berita terkait warganya (di Jalan Lingkar Timur Sidoarjo, Km 12) yang meninggal dunia kecelakaan akibat jalan berlubang,” demikian tertulis dalam postingan itu.
Berkaca dari hal itu, sebagian publik juga mempertanyakan keputusan Pemkab Sidoarjo menyelenggarakan acara mewah di tengah derita warganya sendiri.
Hingga berita ini terbit, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Pemda Sidoarjo atas kritik yang mencuat di medsos.
Terlebih, mengenai alasan pemilihan konsep Bollywood, lokasi acara, maupun anggaran yang digunakan dalam acara mewah itu. (ist)










