
hariansurabaya.com | – Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui Kampus 4 Sidoarjo melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sumber dana PNBP Tahun 2026 dengan tema “Akselerasi Digitalisasi Usaha Berbasis AI dan E-Commerce untuk Peningkatan Daya Saing Forum Komunikasi Paguyuban Pedagang Kreatif Lapangan Sidoarjo.” Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polije dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan dan transformasi digital usaha masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada 18 September 2026 di Ruang 102 Kampus 4 Sidoarjo dan melibatkan tim pengabdian, mahasiswa Polije Kampus 4 Sidoarjo, Forum Komunikasi Paguyuban Pedagang Kreatif Lapangan (FORKOM PPKL) Sidoarjo, serta tamu undangan dari dinas dan mitra Kampus 4 Sidoarjo.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan, dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi dan tanggapan peserta, serta pendampingan penggunaan teknologi digital untuk mendukung aktivitas usaha UMKM. Materi yang diberikan mencakup digitalisasi usaha, branding, pemasaran melalui media sosial, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), serta pengelolaan usaha secara digital.
Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sidoarjo menyampaikan bahwa Sidoarjo memiliki potensi sumber daya manusia dan sektor usaha yang besar, salah satunya sektor perikanan yang menghasilkan berbagai produk olahan. Pemanfaatan teknologi berbasis AI dapat menjadi salah satu solusi untuk mendukung UMKM, antara lain melalui analisis tren pasar, optimalisasi berdasarkan data konsumen, serta membantu mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan usaha.
Sementara itu, Dr. Mustain Baladan, M.Pd.I., menyampaikan bahwa keberadaan Kampus 4 Sidoarjo sebagai bagian dari perguruan tinggi negeri di Sidoarjo diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar.
“Keberadaan Kampus 4 Sidoarjo diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Sidoarjo dan menghasilkan solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.”
Dalam kesempatan tersebut juga ditekankan pentingnya kerja sama antara pihak kampus, UMKM, FORKOM, dinas, dan mitra dalam menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
FGD menjadi ruang dialog untuk menggali kondisi, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya di tengah perubahan perilaku konsumen dan semakin berkembangnya pemasaran berbasis digital.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendiskusikan peluang pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kegiatan usaha, mulai dari pembuatan materi promosi, pengembangan identitas produk, hingga pengelolaan pencatatan usaha.
Kegiatan ini merupakan rangkaian program yang akan berlangsung hingga bebrapa pekan kedepan, kegiatan selanjutnya merupakan pelatihan dan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM. Dalam tahap ini, mahasiswa Program Studi Manajemen Agroindustri Polije PSDKU IV Sidoarjo turut terlibat secara aktif dalam proses pendampingan di lapangan.
Pendampingan dilakukan dengan pendekatan Teaching Factory (TEFA) melalui konsep learning by doing, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman pembelajaran di lapangan, tetapi juga dapat berkontribusi secara langsung dalam membantu pelaku UMKM menerapkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan usaha.
Salah satu sasaran pendampingan adalah UMKM pengolahan perikanan dengan berbagai produk, di antaranya abon ikan bandeng, pempek, olahan kupang, dan dimsum.
Pada kegiatan pendampingan, pelaku usaha diarahkan untuk mengembangkan kemampuan dalam digital branding, pembuatan konten promosi berbasis AI, optimalisasi e-commerce atau marketplace, serta digitalisasi pencatatan usaha.
Tim pengabdian juga mendorong pemanfaatan AI secara praktis dalam kegiatan pemasaran, antara lain untuk membantu menghasilkan ide konten promosi, menyusun deskripsi produk, mengembangkan materi komunikasi dengan pelanggan, serta mendukung analisis sederhana terhadap kebutuhan dan tren konsumen.
Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Mahasiswa Manajemen Agroindustri PSDKU IV Sidoarjo berperan sebagai pendamping dalam proses penerapan teknologi sekaligus menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di perkuliahan dengan persoalan nyata yang dihadapi pelaku UMKM.
Melalui kegiatan tersebut, Polije berupaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas pelaku usaha, dan UMKM dalam mendorong transformasi digital sektor usaha masyarakat.
Program PkM PNBP 2026 ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital secara lebih optimal, sehingga kegiatan pemasaran dan pengelolaan usaha dapat dilakukan secara lebih efektif dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini sekaligus menjadi wahana pembelajaran berbasis pengalaman melalui implementasi konsep Teaching Factory, sementara bagi UMKM, pendampingan diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Polije melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat terus mendorong sinergi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital dan AI untuk mendukung pengembangan UMKM di Kabupaten Sidoarjo. (ist)













