Lingkar Timur Sidoarjo Berkembang, Infrastruktur dan Industri Halal Jadi Motor Ekonomi

Lingkar Timur Sidoarjo Berkembang, Infrastruktur dan Industri Halal Jadi Motor Ekonomi (foto : ist)

hariansidoarjo.com | SIDOARJO – Kawasan Lingkar Timur, Kabupaten Sidoarjo, terus berkembang seiring percepatan pembangunan infrastruktur dan bertambahnya pusat aktivitas ekonomi. Betonisasi jalan yang terus dikebut, keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP), hingga pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Halal di kawasan Safe N Lock menjadi bagian dari perubahan wilayah tersebut.

Perkembangan ini membuka peluang Lingkar Timur menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sidoarjo. Selain mendukung mobilitas masyarakat, pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut diharapkan memperlancar distribusi barang serta meningkatkan daya tarik investasi.

Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih menilai pengembangan kawasan Lingkar Timur harus terus didukung agar semakin terintegrasi. Infrastruktur jalan, pelayanan publik, dan kawasan industri harus saling mendukung agar pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat bagi masyarakat.

Potensi pengembangan Lingkar Timur semakin besar dengan keberadaan KEK Industri Halal Sidoarjo di kawasan Safe N Lock. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem industri halal terintegrasi yang mencakup kegiatan produksi, pengolahan, logistik, hingga distribusi.

Dari data yang ada, dengan luas sekitar 796,65 hektare, KEK Industri Halal Sidoarjo ditargetkan mampu menarik investasi hingga Rp 97,8 triliun sampai 2054. Pengembangannya juga diproyeksikan menciptakan lebih dari 300 ribu lapangan kerja.

“Lokasinya yang relatif dekat dengan Pelabuhan Tanjung Perak, Bandara Internasional Juanda, dan jaringan jalan tol menjadi salah satu keunggulan dalam mendukung aktivitas logistik serta distribusi produk industri,” katanya.

Menurutnya, keberadaan kawasan industri halal juga berpotensi membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok industri.

“Peluang tersebut dapat mencakup penyediaan bahan baku, jasa transportasi, pengemasan, pergudangan, hingga berbagai layanan pendukung lainnya,” ucapnya.

Namun, imbuhnya, Pemkab Sidoarjo maupun pemerintah juga harus terus konsisten memperhatikan faktor pendukungnya. Seperti betonisasi yang harus terus belnjut agar kesiapan infrastruktur dasar untuk ketersediaan akses transportasi semakin memadai.

Nasih berharap pembangunan Lingkar Timur dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Dengan dukungan infrastruktur, pelayanan publik, serta investasi industri, kawasan tersebut diharapkan mampu memperkuat perekonomian Sidoarjo dan memperluas kesempatan kerja bagi warga setempat.

“Pengembangan Lingkar Timur pun tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana kawasan tersebut mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi yang produktif, terhubung, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Kabupaten Sidoarjo,’ jelasnya.

Di sisi lain, keberadaan Mal Pelayanan Publik di kawasan Lingkar Timur memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan administrasi pemerintahan. Kehadiran pusat pelayanan tersebut turut memperkuat fungsi kawasan sebagai lokasi aktivitas ekonomi sekaligus pelayanan publik.

Seiring dengan perkembangan tersebut, kawasan Lingkar Timur juga mulai menarik perhatian sejumlah pengembang properti berskala nasional untuk turut mengambil bagian dalam pertumbuhan wilayah ini. Salah satunya adalah Grup Ciputra yang melihat potensi Lingkar Timur sebagai kawasan strategis untuk pengembangan hunian sekaligus mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi di Kabupaten Sidoarjo. (ist)